12BSPORTSID.com – Kylian Mbappe tidak masuk dalam skuad timnas Prancis untuk laga Nations League melawan Israel dan Belgia. Pelatih Didier Deschamps tak memanggilnya untuk membantu proses pemulihan dari cedera paha.
Mbappé mengalami benturan saat Real Madrid menang 3-2 atas Alavés di LaLiga pada 24 September. Awalnya, ia diperkirakan akan absen selama tiga minggu. Namun ia cukup bugar untuk turun dari bangku cadangan saat klubnya kalah 1-0 dari Lille di Liga Champions pada hari Rabu.

Meskipun kembali lebih cepat dari jadwal, Deschamps memilih untuk tidak memasukkan kaptennya itu. Descahmps berharap Mbappe bisa memaksimalkan waktu pemulihan selama berada di Madrid.
“Saya berbicara dengan Kylian tentang situasi tersebut, yang masih belum pasti setelah masuk sebagai pemain pengganti pada hari Rabu. Ia akan bertanding pada hari Sabtu dan ada beberapa pertanyaan,” kata Deschamps dalam konferensi pers setelah pengumuman skuad.
“Ia memiliki masalah yang tidak serius tetapi ia membutuhkan perawatan untuk pulih dengan baik. Saya tidak di sini untuk mengambil risiko. Itulah sebabnya Kylian tidak di sini.”
Selain cedera, mental Kylian Mbappe diklaim juga bermasalah
Deschamps juga menyuarakan kekhawatirannya atas kondisi mental Mbappé selama jeda internasional terakhir pada bulan September. Saat itu, Prancis dikalahkan oleh Italia sebelum menang melawan Belgia.
“Saya tidak meragukan komitmen Kylian tetapi ia tidak dalam kondisi terbaik selama pertemuan terakhir,” kata pelatih kepala tersebut.
Deschamps telah memilih Christopher Nkunku, Michael Olise dan Bradley Barcola untuk membantu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Mbappé dan Antoine Griezmann.
Terakhir kali timnas Prancis tidak diperkuat Kylian Mbappe atau Griezmann adalah pada November 2013. Saat itu, Les Bleus mengalahkan Ukraina 3-0 untuk lolos ke Piala Dunia 2014 di Brasil. Mbappé berusia 14 tahun saat itu.
“Aneh rasanya tidak melihatnya,” kata Deschamps tentang Griezmann, yang memutuskan pensiun dari timnas Prancis. “Saya hanya bisa berterima kasih kepadanya atas semua yang telah ia lakukan dan bawa ke tim Prancis.
“Ia juga tidak mengakhiri kariernya. Ia adalah contoh yang sangat baik untuk diikuti oleh orang-orang muda. Tidak mudah baginya dalam kariernya, termasuk bersama Prancis. Ia selalu murah hati. Ia adalah seorang pemimpin di lapangan, dengan caranya sendiri, dan ia serba bisa.”
Prancis akan melawan Israel di Budapest pada 11 Oktober sebelum bertandang ke Brussels untuk pertandingan melawan Belgia pada 14 Oktober.