12BSPORTSID.com – Penyerang Real Madrid Endrick mengaku tidak terpengaruh oleh kritikan dari luar setelah kekalahan timnya di Liga Champions. Menurutnya, fenomena kalah atau menang adalah bagian dari sepakbola.
Endrick bergabung dengan Los Blancos musim panas ini dari Palmeiras. Ia menjadi pemain termuda Madrid yang bermain sebagai starter dalam pertandingan Liga Champions pada usia 18 tahun dan 73 hari. Sayangnya, di laga tersebut, ia gagal memberi kontribusi positif dan Real Madrid kalah 1-0 dari tuan rumah Lille.

Hasil tersebut membuatnya panen kritikan. Tak sedikit yang menilai Endrick lebih layak menjadi pelapis Vinicius Jr, Rodrygo dan Kylian Mbappe ketimbang menjadi starter.
Ditanya mengenai kekalahan timnya, Endrick berkata: “Sejujurnya, saya tidak melihat apa-apa.”
“Itulah sepak bola; Anda bisa mencetak gol hari ini, dan semua orang bersemangat. Tetapi saat Anda kalah, mereka menjatuhkan Anda.
“Ini terjadi pada saya, dulu sekali, saat saya di Palmeiras. Saya belajar untuk tidak melihat, kemudia menekan tombol kecil ‘tidak masalah’ itu. Saya hanya mengikuti saran pelatih dan rekan setim saya.
“Itu yang penting. Apa yang datang dari luar, saya tidak peduli sama sekali.”
Dikritik media, Endrick tetap dibela Carlo Ancelotti
Meskipun kalah secara tak terduga, pelatih Madrid Carlo Ancelotti mengatakan bahwa ia senang dengan penampilan Endrick.
Pemain depan Brasil itu hanya melepaskan satu tembakan tepat sasaran dan mendapat kartu kuning selama 57 menit berada di lapangan.
“Ia bermain dengan baik, memiliki peluang yang sangat jelas. Ia kurang dalam penyelesaian akhir. Tetapi ia masih muda dan memiliki kualitas untuk bersama kami,” ungkap Ancelotti.
Endrick, yang mencetak gol sebagai pemain pengganti melawan Stuttgart pada debutnya di Liga Champions, mengakui bahwa menjadi pemain inti Madrid merupakan tantangan yang berbeda. Ia menambahkan bahwa belajar banyak dari pelatih veteran Italia Ancelotti.
“Ini perasaan yang luar biasa,” kata Endrick. “Saya berada di klub terbesar di dunia. Sulit untuk bermain sejak awal.
“Ancelotti selalu menelepon saya untuk berbicara, mengatakan betapa pentingnya bagi saya untuk berada di sini. Saya belajar dari orang lain, saya senang berada di sini.
“Ia meminta saya untuk bermain dengan tenang, untuk bahagia, dan pertandingan ini tidak berbeda. Ketika saya tahu saya akan bermain, ia menyuruh saya untuk tetap tenang, memainkan permainan saya.”
“Saya pikir saya senang berlatih dengan Ancelotti, yang merupakan pelatih hebat, seperti yang diketahui semua orang. Saya senang belajar banyak darinya.”
Rekor Real Madrid yang tak terkalahkan dalam 36 pertandingan berakhir pada hari Rabu. Mereka akan kembali beraksi pada hari Sabtu saat mereka menjamu Villarreal di LaLiga.