12BSPORTSID.com – Pemain sayap Chelsea, Mykhailo Mudryk, dilaporkan gagal dalam uji doping. Pemain asal Ukraina itu dikabarkan positif menggunakan doping sehingga terancam mendapat hukuman larangan bermain.
Berita ini pertama kali muncul dari sumber-sumber di Ukraina. Menurut laporan yang beredar, tes sampel A Mudryk menunjukkan adanya kandungan zat terlarang, dan kini ia tengah menunggu hasil dari tes sampel B. Jika terbukti positif, Mudryk berisiko mendapatkan sanksi berat, termasuk larangan bermain.

Sumber-sumber tersebut hanya menyebutkan adanya zat terlarang. Namun mereka tidak menjelaskan apakah itu merupakan substansi untuk meningkatkan performa atau zat terlarang dalam dunia hiburan.
Mudryk memang merupakan seorang yang sangat fokus pada kebugaran tubuh. Sering kali membagikan konten terkait latihan fisik di media sosialnya. Meskipun kabar ini bukan bukti yang langsung mengarah pada doping, banyak pihak yang melihatnya sebagai indikasi yang bisa berujung pada masalah serius.
Pemain asal Ukraina ini telah absen dari skuad Chelsea sejak pertandingan melawan Aston Villa pada awal bulan ini. Manajer Chelsea, Enzo Maresca, beberapa kali menyebutkan bahwa Mudryk sedang “sakit”. Namun tak ada informasi terbaru mengenai kondisinya selama lebih dari dua minggu.
Kabar ini tentu menambah deretan masalah bagi Mudryk yang telah berjuang untuk menunjukkan performa terbaiknya sejak pindah dari Shakhtar Donetsk. Meskipun sempat menunjukkan kualitas pada debutnya, performanya cenderung tidak konsisten.
Terbukti doping, karir Mykhailo Mudryk bisa habis
Karier Mykhailo Mudryk di Chelsea terancam terhenti jika skorsing doping benar-benar jatuh. Pemain sayap asal Ukraina ini bergabung dengan nilai transfer mencapai 70 juta poundsterling (sekitar 100 juta Euro) dari Shakhtar Donetsk pada Januari 2023. Namun, jika hasil tes dopingnya terbukti positif, ini akan menjadi pukulan besar bagi kariernya di Inggris.
Mudryk sempat menjadi salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa berkat kecepatan, teknik, dan kemampuannya menciptakan peluang. Namun, performanya di Chelsea sejauh ini belum memenuhi ekspektasi.
Pada musim ini, ia baru mencetak dua gol dan satu assist dari 16 penampilan di semua kompetisi. Situasi ini semakin menambah tekanan terhadap pemain berusia 22 tahun tersebut.
Tes doping, yang sering dilakukan secara acak setelah pertandingan atau di sesi latihan, melibatkan dua sampel: sampel A dan sampel B. Jika sampel A positif, pemain berhak meminta tes ulang menggunakan sampel B. Apabila hasil tes sampel B juga positif, pemain akan resmi melanggar peraturan anti-doping.
Bagi Mudryk, hasil tes sampel B dalam beberapa hari ke depan akan menentukan masa depannya di dunia sepak bola. Chelsea dan para penggemar kini menunggu dengan penuh kecemasan, berharap hasil tes tersebut tidak merusak karier dan reputasi Mudryk lebih jauh lagi.