12BSPORTSID.com – Sensasi remaja Barcelona dan Spanyol Lamine Yamal mengatakan ingin mengukir namanya sendiri. Hal itu ditegaskannya setelah muncul perbandingan antara dirinya dan Lionel Messi.
Yamal sudah menjadi radar dunia sepak bola berkat peran utamanya di Barcelona di usia yang sangat muda. Ia menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah LaLiga Oktober lalu. Profilnya semakin menanjak musim panas ini setelah membantu Spanyol meraih gelar di Euro 2024.

Selain menjadi bintang di Jerman, ia juga mencetak rekor baru sebagai pemain termuda yang pernah tampil di Euro. Rekornya dicatat saat ia turun ke lapangan melawan Kroasia di babak penyisihan grup.
“Saya suka mereka membandingkan saya dengan pemain terhebat dalam sejarah sepak bola. Tetapi saya ingin menjadi diri saya sendiri,” kata Yamal kepada stasiun TV Spanyol Antena 3.
“Mencapai level Messi adalah hal yang mustahil.”
Yamal hampir menjadi pemain yang abadi di dunia sepak bola sejak awal. Ia tampil dalam pemotretan tahun 2007 bersama Messi saat baru berusia enam bulan. Yamal tampil bersama Messi dalam kalender amal setelah memenangkan sebuah kontes.
“Wah, ia mewariskan sebagian kekuatannya kepada saya,” kata Yamal. “Saya masih punya banyak hal untuk diberikan.”
Lamine Yamal Tak Ingin Meninggalkan Barcelona
Pemain depan berusia muda itu mencetak gol menakjubkan dalam pertandingan semifinal Euro melawan Prancis. Setelah turnamen, Transfermarkt menilai biaya transfer Yamal sebesar €120 juta.
Namun, mungkin diperlukan lebih dari itu untuk menarik Yamal dari klub yang telah menjadi bagiannya selama sebagian besar hidupnya.
“Saya tidak menginginkan €120 juta itu karena jika begitu saya harus meninggalkan Barça,” katanya. “Yamal berharap saya tidak perlu pergi. Saya ingin menjadi legenda.”
Baca juga: Mulai Pulih, Gavi Kembali Ikuti Latihan Barcelona
Ketika ditanya apa yang diingatnya tentang debutnya di klub pada tahun 2023 di usia 15 tahun, Yamal memiliki pendapatnya.
“Saya ingat saya datang sebelum orang lain dan saya harus sarapan, tetapi saya tidak pergi. Saya menunggu di dekat sepeda dan tidak keluar sampai semua orang pergi,” kenang Lamine Yamal.