12BSPORTSID.com – Bruno Fernandes mengungkapkan kesiapannya membantu Ruben Amorim mentransfer ide bermainnya ke pemain Manchester United. Menurutnya, sebagai kapten Manchester United, itu adalah satu tugas yang harus dijalankannya.
Niat Bruno Fernandes membantu rekan setimnya memahami tuntutan taktis Amorim tak lepas dari pernyataan pelatih baru United itu. Sebelumnya, Amorim mengatakan bahwa United akan “menderita” ketika tim mempelajari sistemnya. Hal itu diungkapkan Amorim setelah hasil imbang 1-1 dengan Ipswich Town di akhir pekan, dalam laga pertamanya sebagai pelatih.

Fernandes berharap bisa mempercepat proses tersebut dengan menjadi asisten Amorim di lapangan.
“Saya benar-benar menyadari apa yang kami lakukan dalam latihan,” kata Fernandes.
“Saya mencoba menyerap semuanya dari setiap posisi. Tentu saja, tidak mungkin untuk mendapatkan semuanya, tetapi saya mencoba untuk memiliki gambaran tentang permainan. Karena terkadang manajer tidak bisa memberikan pesan dari bangku cadangan ke lapangan karena bising atau apa pun.
“Anda harus dapat mencoba dan memecahkan situasi bersama dengan rekan setim Anda. Mengetahui, atau memiliki pengetahuan tentang setiap posisi; gerakan yang mereka lakukan, tekanan seperti apa yang jadi keinginan manajer dari kami. Itulah sedikit peran saya.”
Bruno Fernandes ingin setiap pemain bertanggung jawab pada perannya
United akan menghadapi Bodo/Glimt di Liga Europa pada Jumat, saat mereka berupaya bangkit di bawah Amorim.
Mantan manajer Erik ten Hag mendapat keputusan pemecatan setelah awal musim yang mengecewakan. Fernandes menelepon Ten Hag untuk meminta maaf setelah pelatih asal Belanda itu kehilangan pekerjaannya. Gelandang Portugal itu juga menegaskan para pemain harus terus berbagi tanggung jawab.
“Jelas jika Anda mengganti manajer di tengah musim, itu karena keadaan tidak berjalan seperti yang Anda inginkan,” katanya.
“Dan jika keadaan tidak berjalan seperti yang Anda inginkan, semua orang harus bertanggung jawab. Setiap orang di departemen mereka.
“Seperti yang saya katakan sebelumnya, lebih mudah menyingkirkan seorang manajer daripada 15 atau 20 pemain atau apa pun.”
“Sekarang fokus kami adalah pada apa yang dapat terjadi di masa depan. Bagaimana kami dapat memperoleh ide-ide baru dari manajer baru secepat mungkin,” pungkasnya.