12BSPORTSID.com – Jose Mourinho mengatakan dia “siap untuk pergi” dari Fenerbahce dan menangani “klub mana pun di Inggris”. Namun, Mourinho menegaskan ingin melatih tim yang tidak bermain di kompetisi Eropa.
Hal itu ditegaskan Mourinho setelah merasa frustrasi dengan kartu merah dalam hasil imbang Fenerbahce melawan Manchester United. Mantan manajer United, Chelsea, dan Tottenham Hotspur itu dikeluarkan dari lapangan di tengah laga tersebut.

Berbicara kepada TNT Sports, Mourinho tidak senang dengan wasit Clement Turpin dengan menyebutnya “salah satu wasit terbaik di dunia”. menurutnya Mourinho, wasit membagi konsentrasi dengan “memperhatikan situasi penalti dan memperhatikan bangku cadangan serta perilaku saya.”
Dalam konferensi pers pascapertandingannya, Mourinho mengisyaratkan siap meninggalkan sepak bola Eropa ketika kontraknya dengan Fenerbahce berakhir pada tahun 2026.
“Saya pikir hal terbaik yang harus saya lakukan adalah ketika saya meninggalkan Fenerbahce adalah pergi ke klub yang tidak bermain di kompetisi UEFA,” kata Mourinho.
“Jika ada klub di Inggris dari dasar klasemen yang membutuhkan pelatih dalam dua tahun, saya siap untuk pergi.
“Saya tidak ingin mengatakan apa pun lagi tentang itu. Saya ingin berbicara tentang permainan. Kami bermain sangat fantastis melawan tim, secara teori, dari level yang lebih unggul. Kami bermain fantastis.”
Jose Mourinho akrab dengan masalah disiplin di Kompetisi Eropa
Ini bukan pertama kalinya Mourinho terlibat dalam masalah disiplin selama pertandingan Eropa. Ia dijatuhi larangan empat pertandingan karena melecehkan wasit Anthony Taylor setelah tim AS Roma-nya kalah adu penalti dari Sevilla di final Liga Europa 2022/23.
Namun Mourinho, yang memimpin Roma meraih gelar Liga Konferensi Eropa UEFA pada 2021/22, mengaku menyerah mencoba menantang keputusan.
“Jika saya mengajukan banding, saya akan mendapat larangan enam bulan,” katanya. “Tidak ada yang bisa dilakukan sejak final Sevilla-Roma. Tidak ada yang bisa dilakukan. Ya, begitulah adanya.
“Itulah sebabnya saya katakan jika masa depan mungkin lebih baik tanpa kompetisi Eropa. Jadi, saya tidak marah. Ya, begitulah adanya. “
Hasil ini membuat Fenerbahce tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan pembuka mereka di Liga Europa. Total mereka mencatat satu kemenangan dan dua hasil imbang.
Tim asuhan Mourinho berada di posisi keempat di Liga Super Turki, delapan poin di belakang rival mereka Galatasaray. Fenerbahce telah memainkan satu pertandingan lebih sedikit dari pemimpin liga.